Pekan Surat Menyurat
Jepang 2004
TOKYO (LoveIndonesiaPhilately) -
Pekan Surat Menyurat Internasional (PSMI) di Jepang disebut Fumi No Hi, memunculkan berbagai prangko dan blok maupun carik kenangan yang indah.
Tanggal 23 Juli 2004 memperingati PSMI Jepang muncul prangko-prangko dan carik kenangan seperti terlihat di sini.
Prangko 80 yen digunakan untuk pemrangkoan surat sampai dengan 20 gram di dalam negeri Jepang. Sedangkan prangko 50 yen untuk kartupos dalam negeri Jepang. Sedangkan kartupos tujuan internasional cukup 70 yen.
Bagaimana dengan PSMI terbitan PT Posindo yang kita cintai? Adakah ide atau saran dari anda untuk hal ini? Silakan tuliskan komentar anda di kolom di bawah ini dan klik sekali saja untuk kami muat bersama di sini. Salam Filateli
Richard Susilo
Komentar:
R.A.B. Widjanarko, Yogyakarta:
Setuju dg usul mas Ahmadi A. Suseno, Sy penggemar filateli yg kebetulan Pendiri sekaligus Presdir JFPA (JOURNALISM FREELANCE PHOTOGRAPHERS' ASSOCIATION) bisa meminjamkan foto2 berbagai
tematik
Ir. Sudirman Andi Parenrengi, Pare Pare:
Pos Indonesia thn 2003 nyaris tdk menerbitkan sampul PSMI yang sejak 1955 diterbitkan rutin, tdk tahu apa tahun 2004 juga demikian ? Temanya juga kadang tidak menarik.....
Ahmadi Agungung Suseno ( AL-Pacitan ), Bekasi:
PT Posindo agar mencetak prangko & materai yg indah , yaitu
* prangko & materai bergambar budaya adat suku seluruh Indonesia
* Prangko & Materai bergambar DEMO-DEMO dalam alam REFORMASI saat ini.
Yesi Palupi, Malang:
Sudah tidak ada PSMI (Pekan Surat Menyurat Internasional) tahun ini, 2007, bulan Oktober berlalu adem ayem saja. Mungkin itu PSMI = Program Salah Masuk ke Indonesia.
Timbul iri hati saya melihat prangko2 keluaran Jepang untuk Fumi No Hi di atas, cantik sekali, dan yang penting : terjangkau harganya.
Seandainya tahun depan kita buat tema sendiri bagaimana? Tidak perlu Menunggu PosIndo membuat PSMI, kita tinggal ijin pemakaian cap teraan ke Divisi Filateli/Unit Bisnis Filateli Bandung dan pemberitahuan ke PP PFI. Prangkonya bisa kita pilih sendiri sesuai tema kita.
Bagi saya Menunggu adalah pekerjaan yang menyebalkan.
|